Anak 11 tahun Rayyan Arkan Dikha jadi viral lewat tarian 'Aura Farming' di perahu Pacu Jalur
| Rayyan Arkan Dikha |
Rayyan Arkan Dikha, seorang bocah berusia 11 tahun dari Kuantan Singingi, Riau, menjadi sensasi dunia setelah sebuah video menunjukkan ia menari di ujung perahu lomba Pacu Jalur. Gayanya yang tenang, pakaian hitam tradisional Teluk Belanga, serta kacamata hitamnya memikat perhatian jutaan pengguna media sosial
Tariannya yang spontan—mencium tangan, gerakan lengan berirama sambil menjaga keseimbangan di atas perahu yang melaju cepat—dijuluki Aura Farming. Istilah ini populer sejak 2024 untuk menggambarkan seseorang yang memancarkan karisma dan aura dengan santai dan percaya diri
Pacuj Jalur adalah tradisi lomba perahu panjang yang telah dipertandingkan sejak abad ke-17 di Sungai Batang Kuantan, Riau. Perlombaan ini kini menjadi bagian dari warisan budaya takbenda nasional
Rayyan berperan sebagai Tukang Tari (Togak Luan) yang berada di ujung perahu, tugasnya memotivasi pendayung dengan gerakan dan ritme. Ia telah menekuni peran tersebut sejak usia 9 tahun dengan keseimbangan dan keberanian luar biasa
Video Rayyan pertama kali diposting di TikTok oleh akun Lensa Rams, dan seketika viral di Instagram, Twitter, serta platform lainnya. Para selebriti dan atlet seperti Travis Kelce, Alex Albon, BTS (Jungkook & V), PSG, AC Milan, bahkan kepolisian Singapura ikut menirukan gaya tarian tersebut dalam berbagai konten viral
Atas pengaruh dan daya tarik budaya yang dibawanya, pemerintah provinsi Riau menunjuk Rayyan sebagai Duta Pariwisata Riau dan memberikan beasiswa pendidikan kepadanya
Mengapa Ini Penting?
-
Menghubungkan budaya dan internet: Tradisi lokal Pacu Jalur berhasil tampil secara global berkat media sosial.
-
Istilah generasi muda: Aura Farming menjadi simbol gaya dan karisma effortless dalam budaya online.
-
Representasi budaya Indonesia: Rayyan membawa identitas budaya Riau mendunia dengan inspiratif.