“Fenomena ‘Aura Farming’: Bocah 11 Tahun Ini Jadi Inspirasi Viral Dunia”
| Fenomena ‘Aura Farming’: Bocah 11 Tahun Ini Jadi Inspirasi Viral Dunia |
Di tengah arus informasi dan konten digital yang silih berganti, sebuah video sederhana dari seorang bocah asal Indonesia tiba-tiba mencuri perhatian dunia. Dialah Rayyan Arkan Dikha, anak laki-laki berusia 11 tahun dari pinggiran Yogyakarta, yang dikenal lewat aksi uniknya bertani "aura" di sawah. Kini, nama Rayyan tak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga menjadi ikon inspirasi global berkat konsep nyentriknya: ‘Aura Farming’.
Dari Sawah ke Seluruh Dunia
Video berdurasi kurang dari satu menit yang memperlihatkan Rayyan berdiri di tengah sawah sambil mengangkat tangannya dan berkata, “Tarik aura... tanam semangat, panen kebaikan!”, langsung menjadi viral. Dengan latar sawah yang hijau dan senyum tulus khas anak-anak, unggahan itu menyebar cepat di platform TikTok, Instagram, hingga YouTube Shorts.
Tak butuh waktu lama, tagar #AuraFarming menjamur di berbagai negara. Remaja di Korea Selatan menirukannya dengan latar taman kota, kreator konten di Brasil membuat remix videonya, bahkan seorang presenter televisi di Jerman menyebut Rayyan sebagai “simbol harapan masa depan yang tumbuh dari tanah”.
Apa Itu ‘Aura Farming’?
Meski terdengar seperti istilah spiritual, ‘Aura Farming’ versi Rayyan bukanlah praktik mistik. Bagi Rayyan, itu hanyalah cara sederhana untuk menyebarkan energi positif—layaknya bertani, tapi yang ditanam adalah semangat, dan yang dipanen adalah kebahagiaan.
Dalam wawancara singkat, Rayyan menjelaskan, “Kalau kita kirim aura baik ke orang lain, nanti balik lagi ke kita. Kayak nanem kebaikan, nanti tumbuh sendiri.”
Psikolog anak dan pakar media sosial menilai konsep ini sebagai bentuk ekspresi positif yang kuat. “Anak-anak seperti Rayyan memberi contoh bahwa viralitas tak selalu harus sensasional. Bisa juga menginspirasi dan membawa nilai,” kata Dr. Ratri Andini dari Universitas Indonesia.